Kotawaringin Barat – Dinas Perpustakaan Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ingin melahirkan pencipta konten positif, inovatif, dan edukatif.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Perpustakaan Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kobar Rosihan Pribadi saat membuka kegiatan Lokakarya Literasi Digital di Aula Harmoni Dinas Perpustakaan Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kobar.
Pemerintah saat ini ingin para pendidik terus berkembang dalam menjalankan tugasnya dengan mengikuti perkembangan zaman yang kini semakin pesat supaya generasi yang akan datang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi lebih dari itu yaitu sebagai pelaku yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.
“Bagi para pendidik agar terus mengembangkan pembelajaran berbasis digital yang interaktif, relevan dengan perkembangan zaman dan bagi adik-adik, anak-anakku, pelajar sekalian agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, kita harap juga menjadi pencipta konten positif, enopatik dan edukatif, ” ujar Rosihan.
Acara lokakarya literasi digital ini sendiri dihadiri dari berbagai kalangan, seperti pelajar, aparatur sipil negara (ASN), pelaku ekonomi usaha mikro kecil menengah (UMKM) penggiat media sosial, jurnalistik, dan sebagainya ini.Rosihan menegaskan kepada semua yang hadir bahwa perpustakaan daerah saat ini bukan lagi sebagaimana stigma masyarakat selama ini hanya sebagai tempat meminjam buku, akan tetapi sudah bertransformasi.
“Bertransformasi menjadi pusat belajar masyarakat, pusat inovasi, dan ruang inklusif bagi siapa saja yang ingin berkembang, ” katanya.

Dia menjelaskan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan saat ini berkomitmen untuk terus memperluas peranan melalui pelatihan, program pemberdayaan, dan penyediaan akses digital yang lebih merata.
Kegiatan lokakarya literasi digital ini adalah upaya untuk mewujudkan transformasi perpustakaan berbasis inklusif sosial dengan tujuan agar benar benar hadir dan bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam mendorong peningkatan kualitas hidup, pendidikan, ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi.
“Kami berharap lokakarya (literasi digital) ini juga akan lahir ide-ide baru dari masyarakat dan pelaku usaha yang siap bersaing di era digital, semakin mantap dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, semakin kreatif dan bijak menggunakan teknologi untuk membangun masa depan.,” jelasnya.
Dia jua menambahkan bahwa acara lokakarya ini memberikan kesadaran akan pentingnya literasi digital sebagai bekal hidup di abad yang berkembang terus ini.Rosihan juga mengingatkan untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan juga berhati-hati sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Lokakarya literasi digital ini menghadirkan tiga nara sumber, yaitu Direktur Executif ICT Watch Indonesia Indriyanto Banyumurti, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Arizal, Trainer Cinemactograph-Content Practiciiners-Documentary Yuristy Dewangga, dan untuk moderator oleh Founder Literasi.top Unggul Cahya Saputra.

Indriyanto Banyumurti memaparkan bahwa prinsip literasi digital itu sederhananya sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kobar Rosihan Pribadi yaitu tentang bagaimana menggunakan teknologi ini dengan baik.
“Gimana sih mengetahui kemauan pasar?, gimana sih bisa pakai H?, gimana sih bisa promosi di media sosial? Gimana sih bisa bikin konten, percakapan bisa menggunakan teknologinya,” katanya.
Dia mengharapkan para peserta yang hadir lokakarya ini bisa menjadi pelopor-pelopor literasi digital, khususnya dibKobar ke depannya.
Oleh karena itu, beragam materi itu bisa dilihat dan bisa peserta share ke komunitas lain, baik itu sesama pelaku ekonomi UMKM, dari guru kepada siswa-siswi di sekolahnya, dan seterusnya.(bud)



