Gubernur Kalteng Ingin Menambah Sekolah Aliyah

gubernur-kalteng-ingin-menambah-sekolah-aliyah

Silaturahmi lebaran Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dengan Pemimpin Redaksi Media Semesta Budi Surakhmat

Pangkalan Bun – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran ingin menambah sekolah Madrasah Aliyah MA (MA) karena besarnya kebutuhan masyarakat yang berharap anak-anaknya bersekolah di jenjang yang linier setelah lulus dari madrasah tsnawiyah (MTs).
Hal ini disampaikan gubernur di sela-sela silaturahmi lebaran bersama tamunya seperti Komisaris Utama Bank Kalteng Rahmat Hidayat, Direktur BUMD Jamkrida Rio Kriswana, dan Pemimpin Redaksi Media Semesta Budi Surakhmat, di kediaman pribadinya Jalan Abdul Ancis, Kelurahan Mendawai, Pangkalan Bun (12/4).
Salah satu yang menjadi sasaran untuk menambah keberadaan sekolah MA ini di Pangkalan Bun, yaitu di Kelurahan Mendawai karena sudah memiliki MTs namun belum memiliki MA.
Untuk sekolah MA di Pangkalan Bun sendiri baru ada dua yaitu MA di Kelurahan Baru dan Kelurahan Raja yang lokasinya agak jauh dari MTs di Kelurahan Mendawai, di samping itu daya tampungnya juga sudah tidak mencukupi setiap penerimaan siswa tahun ajaran baru.
Konsekuensi dari kuota sekolah MA yang sudah tidak lagi mencukupi ini mengakibatkan para orang tua wali murid terpaksa menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah umum yang tidak lagi linier dengan pengetahuan dan skill yang didapatkan sejak usia dini dari madrasah ibtidaiyah (MI) dan MTs sehingga dibutuhkan menambah sekolah MA.
“Kalau madrasah aliyah kita bangun lagi di sekitar sini supaya masyarakat terbantu, bisa melanjutkan sekolah sesuai dengan keinginannya kalau sudah lulus dari MTs. Ini penting untuk anak-anak kita di masa depan,” ujar gubernur.
Untuk ketersediaan lahan, gubernur mengupayakan lokasi yang tepat, strategis, dan aksesnya dekat dengan permukiman penduduk sehingga mudah dijangkau oleh anak-anak pelajar.
Silaturahmi lebaran yang juga dihadiri oleh anggota DPR RI Kalteng Agustiar Sabran ini juga membahas perlu adanya koordinasi khusus bersama Kementerian Agama, baik provinsi maupun tingkat kabupaten di mana lokasi sekolah yang akan dibangun, mengingat sekolah berbentuk madrasah ini adalah dalam naungan Kementerian Agama.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Seruyan juga pernah menyampaikan bahwa Kabupaten Seruyan juga membutuhkan sekolah berbentuk madrasah juga dibutuhkan meliputi madrasah ibtidaiyah (MI), MTs, dan bahkan MA itu sendiri, demikian pula dengan Kabupaten Sukamara dan Lamandau membutuhkan hal yang sama karena sama-sama kabupaten pemekaran.(bud)

baca juga ...  Kalimantan Tengah Gelar Sosialisasi Pengelolaan Dana BOS untuk Sekolah Efektif dan Akuntabel

Share this post:

error: maaf konten dilindungi !!

Dapatkan info dan berita terbaru melalui akun-akun mediai sosial mediasemesta.co.id