Pangkalan Bun – Penerus Sugianto Sabran kini mengerucut menjadi tinggal dua nama saja untuk menjadi Bakal Calon Gubernur Kalimantan Tengah, yaitu Ujang Iskandar dan Rahmat Nasution Hamka (RNH).
Informasi kian santer bahwa Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bersama abang kandungnya yaitu Agustiar Sabran yang merupakan anggota DPR RI ini sangat intensif menggodok mendiskusikan dua nama tersebut.
Dua nama tadi yaitu Ujang Iskandar dan RNH ini tengah menjadi bahan diskusi memerhatikan layaknya dan memang sejak tahun lalu dipersiapkan untuk dimajukan menjadi bakal calon gubernur pada pilkada serentak akhir tahun 2024 ini.
“Kalau bukan Ujang Iskandar, berarti Rahmat Nasution (RNH). Kalau bukan Rahmat Nasution, berarti Ujang Iskandar. Dua nama itu saja. Antara mereka berdua yang akan diusung jadi bakal calon gubernur selanjutnya,” ujar sumber Media Semesta yang enggan disebut identitasnya.
Adapun salah satu dasar pertimbangan nantinya yaitu tetap mengacu kepada hasil dari lembaga survei untuk memerhatikan sebesar apa tingkat elektabilitas keduanya di tengah masyarakat.
Karena di dalam hasil survei nantinya akan diketahui dari tingkat kesukaan masyarakat, familiar atau tingkat keterkenalan, hingga tentang tingkat keterpilihannya yang tergambar dari persentase.
“Survei dilakukan berkali-kali. Memang sudah ada rilis terbaru surveinya. Tapi ini kan nanti ada disurvei lagi. Untuk mengetahui siapa yang lebih berpeluang,” ungkapnya.
Ujang Iskandar dan RNH sendiri merupakan putra asli yang lahir, besar, bermukim, dan meniti karier mulai di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Ujang Iskandar sendiri pernah menjabat sebagai bupati dua periode dan kini status sebagai anggota DPR-RI.
Sedangkan RNH pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat yang kemudian lanjut ke DPRD Provinsi Kalteng serta DPR-RI dan kini menjabat sebagai komisaris Bank Kalteng.
Kini keduanya sama-sama diminati dan didorong oleh berbagai elemen masyarakat untuk melanjutkan kepemimpinan Sugianto Sabran sebagai gubernur Kalteng yang masa jabatannya akan habis 2025 pada saat gubernur yang baru terpilih itu nanti dilantik. Untuk tahapan pilkada gubernur ini akan dimulai dengan pendaftaran pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur pada Agustus 2024 sehingga masih ada waktu beberapa bulan bagi mereka untuk sama-sama bergerak ke tengah masyarakat untuk menaikkan pamor masing-masing saat lembaga survei turun ke tengah masyarakat.
Sementara itu, untuk posisi calon wakil gubernur akan tetap dipasang oleh incumbent Edy Pratowo yang baru satu periode mendampingi Sugianto Sabran sehingga berdasarkan aturan masih boleh untuk menjabat satu periode lagi bersama gubernur baru nantinya.(bud)





