Transformasi digital menjadi fokus utama Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah dengan penyelenggaraan Gebyar Inovasi TIK dan Diklat Pendidikan Berbasis Aplikasi pada 15–17 November 2024 di Palangka Raya.
Ketua Panitia, Doys Mihing, menjelaskan bahwa lomba ini mengajak para guru untuk berinovasi dalam menciptakan konten pembelajaran berbasis teknologi. “Kami ingin meningkatkan kualitas pembelajaran digital di Kalimantan Tengah,” katanya.
Diklat yang diselenggarakan bertujuan meningkatkan transparansi informasi pendidikan. Dengan aplikasi berbasis digital, publik dapat mengakses data pendidikan dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan.
Aplikasi Tracer Study diperkenalkan sebagai alat untuk melacak aktivitas alumni SMA/SMK. “Aplikasi ini memberikan gambaran nyata terkait kebutuhan dunia kerja, yang dapat membantu perbaikan kurikulum,” ujar Doys.
Sebanyak 50 guru dan 60 operator sekolah berpartisipasi dalam acara ini, dengan bimbingan juri dan pelatih dari Kemendikbudristek, Universitas Palangka Raya, dan BTIKP.
Plt. Kadisdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, berharap kegiatan ini mampu menciptakan inovasi-inovasi baru dalam dunia pendidikan. “Pendidikan Kalteng harus siap menghadapi tantangan era digital,” tegasnya.




