Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, membacakan sambutan
Palangka Raya – Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran menegaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Tengah dan Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029, dengan keluarga sebagai pondasi utama peningkatan kualitas generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting serta Penilaian Kinerja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (29/4/2026).
“Saya menyambut baik pelaksanaan Rakorda ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung program prioritas nasional, sekaligus mewujudkan visi Kalteng Berkah, Kalteng Maju menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia menekankan, tahun 2026 merupakan tahun kedua implementasi RPJMD dan Renstra 2025–2029 yang menempatkan SDM sebagai modal utama pembangunan.
“Dalam konteks ini, pembangunan keluarga menjadi pondasi penting dalam meningkatkan kualitas generasi,” tambahnya.
Menurutnya, stunting tidak hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas hidup, produktivitas, dan daya saing daerah, terutama dalam menghadapi bonus demografi dan tantangan penuaan penduduk.
Lebih lanjut, ia menjelaskan Program Bangga Kencana memiliki peran strategis dalam pembangunan keluarga sepanjang siklus kehidupan, dengan fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Berbagai program prioritas terus diperkuat, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), pemanfaatan platform digital, program pemberdayaan lansia (SIDAYA), serta Program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, menyusui, dan balita,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program sangat ditentukan oleh sinergi lintas sektor, koordinasi yang efektif, serta kualitas pelaksanaan di daerah. Rakorda ini menjadi forum koordinasi sekaligus evaluasi berbasis data.
“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap intervensi tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.



