PALANGKARAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mengunjungi gudang badan urusan logistik (Bulog) Palangkaraya demi memastikan ketersediaan pangan khususnya beras dalam kondisi aman.
Ketersediaan stok beras ini dipastikan dapat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat setempat diproyeksikan hingga akhir tahun.
”Kami salah satunya telah berkoordinasi dengan Bulog dan melihat langsung ketersediaan pangan untuk Kalimantan Tengah aman,” ujar gubernur, (Selasa, 21/4).
Motivasi Gubernur memastikan stok beras di Bulog ini yaitu menyikapi kondisi sebagian bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang mengalami kenaikan.
Adapun kenaikan harga sebagian BBM tersebut seperti Pertamax Turbo dari Rp13.350 per liter menjadi Rp19.850 per liter, Pertamina Dex dari Rp14.800 per liter menjadi Rp24.450 per liter, hingga Dexlite dari Rp14.500 per liter menjadi Rp24.150 per liter.
”Implikasi dari itu (kenaikan harga BBM), biasanya terjadi kenaikan harga pangan. Makanya kami ke sini salah satunya berkoordinasi bersama Bulog. Kami ingin memastikan stok pangan itu ada dulu, beras, minyak goreng dan lainnya,” jelasnya.
Adapun untuk pengendalian harga pangan, pihaknya bersiap menyelenggarakan intervensi pasar melalui berbagai program dan kegiatan, seperti pasar penyeimbang atau pasar murah.
”Supaya harga pangan terkendali, kami mengadakan pasar penyeimbang yang dalam waktu dekat ini kami susun. Supaya harga pangan ini tetap stabil,” ucapnya.
Gubernur Agustiar juga menyampaikan ada program bantuan presiden maupun program dari pemerintah provinsi yakni Kartu Huma Betang Sejahtera turut membantu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat.
Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana menegaskan bahwa untuk ketersediaan pangan provinsi setempat dalam kondisi sangat aman.
”Beras kami memiliki 18 ribu ton lebih, sampai akhir tahun sangat aman. Kemudian minyak goreng masih ada satu juta liter,” ucapnya.





