Kebijakan Gubernur Agustiar Sabran yang menggratiskan Sekolah dan Kuliah serta menggratiskan paket pasar murah, sekaligus mendorong keberlanjutan program bantuan pangan dan beasiswa, tidak hanya dipandang sebagai program seremonial, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh generasi muda. Para siswa dan mahasiswa sepakat bahwa kehadiran pemerintah, baik pusat maupun daerah, semakin terasa nyata melalui program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar dan meringankan dunia pendidikan mereka.
Kegiatan Pasar Murah dan penyaluran bantuan pangan kali ini pun menjadi momentum penting yang menguatkan optimisme pelajar dan mahasiswa Kalimantan Tengah.
Pelajar dan mahasiswa berharap, program-program pro rakyat seperti bantuan pangan, pasar murah, dan beasiswa dapat terus berlanjut dan diperluas jangkauannya, sehingga semakin banyak generasi muda yang dapat mengenyam pendidikan dengan lebih tenang dan bermartabat.
Dalam kegiatan pasar murah (23/11/2025) di Palangka Raya, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap terlindungi.
“Bantuan pangan dari Presiden adalah wujud nyata perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Bumi Tambun Bungai. Atas nama seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Presiden atas dukungannya,” ujar Gubernur.

Ia juga menekankan bahwa pasar murah digelar secara khusus untuk menghadapi momen hari besar keagamaan agar masyarakat lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan pokok.
“Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga bahan pokok biasanya mengalami kenaikan. Karena itu, seluruh paket pasar murah hari ini saya gratiskan agar masyarakat terbantu dan dapat merayakan hari raya dengan lebih nyaman,” tegas Gubernur.





