Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus mendorong transformasi digital di bidang pendidikan. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik), Pemprov Kalteng menggelar Lomba Gebyar Inovasi TIK dalam Pembelajaran dan Diklat Penyediaan Layanan Akses Pendidikan Berbasis Aplikasi pada 15–17 November 2024 di Hotel Luwansa, Palangka Raya.
Ketua Panitia, Doys Mihing, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era digital. “Kami ingin mendorong para guru menghasilkan ide-ide inovatif berbasis teknologi dalam pembelajaran, sekaligus meningkatkan keterampilan mereka dalam memanfaatkan teknologi untuk pendidikan,” ujar Doys.
Selain itu, kegiatan ini juga mencakup diklat penyediaan layanan akses pendidikan berbasis aplikasi, yang dirancang untuk transparansi informasi publik. Langkah ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dengan aplikasi digital, masyarakat diharapkan dapat dengan mudah mengakses informasi pendidikan dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam acara ini adalah aplikasi Tracer Study. Aplikasi ini dirancang untuk melacak aktivitas alumni SMA/SMK, mencakup status pekerjaan, pendidikan lanjutan, hingga kegiatan wirausaha. “Data dari aplikasi ini akan membantu sekolah dan pemerintah menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja,” tambah Doys.
Acara ini melibatkan 50 guru SMA/SMK untuk lomba inovasi, sementara 60 operator dan kepala sekolah mengikuti diklat. Penilaian lomba dilakukan oleh juri dari Kemendikbudristek dan Universitas Palangka Raya, sedangkan materi diklat disampaikan oleh BTIKP dan CV. JITARA.
Plt. Sekdisdik Kalteng, Safrudin, mewakili Plt. Kadisdik Muhammad Reza Prabowo, menegaskan pentingnya digitalisasi pendidikan. “Kami ingin melahirkan ide-ide segar dari para pendidik untuk menciptakan pembelajaran yang inspiratif dan inklusif, menjawab tantangan era digital,” ungkapnya.




