Ribuan Data Nasabah Bank Kalteng Bocor dan Diperjualbelikan

Palangka Raya – Ribuan data nasabah Bank Kalteng bocor dan diperjualbelikan di darkweb, adapun yang menjadi korban adalah mayoritas para mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang berada di kota Palangka Raya dan juga Pangkalan Bun.
Kebocoran data nasabah Bank Kalteng ini diungkap oleh Ketua Asosiasi Programer Indonesia (APROGSI) Kalteng Ahmad Hady Surya mendapati pesan dari penjual data mahasiswa tersebut melalui sebuah situs Darkweb, Minggu (3/12/2023) dini hari sekitar pukul 00.55 WIB saat patroli web.
Ahmad menjelaskan, dari pesan yang diterimanya, si penjual telah membandrol harga untuk data para mahasiswa nasabah Bank Kalteng yang diduga bocor tersebut dengan harga tinggi hingga sebesar Rp100 juta dan siap berdiskusi melalui akun mix666.
Ahmad juga menyebut data nasabah yang bocor di internet ini merupakan data para mahasiswa dari beberapa universitas yang ada di Kalimantan Tengah, meliputi mahasiswa dari Universitas Palangka Raya, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Universitas Kristen Palangkaraya dan Universitas Antakusuma Pangkalan Bun yang menjadi nasabah di Bank Kalteng.
“Jadi informasi penjualan data nasabah bank Kalteng ini saya dapatkannya ketika saya bersama teman-teman cyber pada sekitar pukul satu kurang lima menit dini hari tadi mengecek forum jual beli data di situs darkweb,” kata Ahmad Hady Surya saat dihubungi pada Minggu (3/12) malam.
“Bahwa ada kebocoran data atau penjualan data para mahasiswa yang menabung di Bank Kalteng, data ini lumayan banyak, dan sampelnya ada sekitar 100 – 200, bahkan si penjual mengklaim ada masih menyimpan 20 ribu lebih data mahasiswa lainnya,” ungkap Ahmad.
Dalam forum jual beli data ini, si penjual data juga menginformasikan telah menyimpan data seperti nama mahasiswa, nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, nomor rekening hingga jumlah tabungan mahasiswa dari beberapa Universitas yang ada di Kalteng.
Dengan ditemukannya informasi ini, Ahmad Hady Surya berharap pihak Bank Kalteng bisa segera melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah terjadinya kebocoran data nasabah.

baca juga ...  Sugianto Sabran: Bersatu dan Berinovasi Demi Indonesia Maju

Ketua Aprogsi ini berpesan agar lebih waspada ketika diminta untuk memasukkan data diri, karena sekarang ini sangat rentan dimanfaatkan untuk kepentingan yang mementingkan pribadi dan kelompoknya melalui jual beli data base.
“Dengan adanya kejadian ini, saya berharap pihak terkait bisa segera menangani, kenapa data ini bisa bocor dan bisa diperjualbelikan di forum Darkweb,” ujarnya.
Bank Kalteng membantah
Sementara itu, dari siaran pers 4 Desember 2023 yang disebarluaskan Bank Kalteng melalui media sosial WhatsApp, Plt Direktur Bank Kalteng Marzuki menegaskan bahwa masih aman dari kebocoran data nasabah.
“Dari hasil verifikasi divisi teknologi informasi terhadap sistem, tidak terdapat kebocoran data nasabah. Selain itu struktur data pada darkweb bukan seperti struktur data pada core banking Bank Kalteng sehingga dapat dipastikan bahwa data tersebut diperoleh bukan dari Bank Kalteng,” bantahnya.(bud/MS)

Share this post:

error: maaf konten dilindungi !!

Dapatkan info dan berita terbaru melalui akun-akun mediai sosial mediasemesta.co.id