KOTAWARINGIN BARAT – Pj Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Budi Santosa menegaskan bahwa sebagai tuan rumah, agar jangan sampai berlaku curang dalam perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke-31.
Bahkan, kata Pj Bupati, cerita tentang praktik kecurangan itu bukan hal baru, akan tetapi ceritanya sudah berlaku sejak dahulu. Sambil menggunakan bahasa sindiran dan guyonan, Pj Bupati menyebut bahwa kecurangan itu terjadi oleh para dewan juri itu sendiri sehingga berakibat buruk kepada tingkat kepercayaan dari hasil perhelatan MTQ tersebut.
“Bapak ibu sekalian, kita (Kotawaringin Barat) selaku tuan rumah tunjukkan tuan rumah yang baik. Jangan sampai ada cerita-cerita zaman dahulu kala, zaman Fir’aun tidak ada kejujuran dewan juri (MTQ),” ujar Pj Bupati disambut tawa hadirin.
Hal ini disampaikan Pj Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat Budi Santosa dihadapan pengurus LPTQ, ketua panitia MTQ provinsi, anggota dewan, dan para kafilah dalam acara pelepasan kafilah dari tuan rumah itu sendiri di halaman kantor Bupati Kotawaringin Barat, pagi tadi (16/11).
Pj Bupati menegaskan bahwa agar perilaku zaman dulu ini tidak berlaku lagi bagi dewan juri zaman sekarang, yakni bersikap objektif dan jujur.
“Zaman Fir’aun tidak ada kejujuran dewan juri. Sekarang sudah zaman seperti ini mestinya dewan juri harus tidak berpihak,” tegasnya.
Bahkan, Pj Bupati juga menegaskan bahwa apabila kecurangan dilakukan hanya demi mendapatkan prestasi dan nama besar, hal itu percuma.
Apalagi ini merupakan lomba dalam hal syiar Qur’an yang sudah semestinya praktik penjurian dilakukan objektif dan jujur dilandasi keimanan, bahwa ada ganjaran dari Allah terhadap apapun yang dilakukan.
“Jangan sampai (yang dibuat) kalah justru masuk surga duluan. Yang (diatur) menang malah tertinggal (masuk surga) karena (hasil dari nilai juri) curang tadi. Banyak yang senyum berarti membenarkan ini, ,” tegasnya lagi.
Sementara itu, kesiapan Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke-31 sudah 90% dan 10% sisanya hanyalah di lokasi sekitar panggung utama yang nantinya bukan hanya menjadi tempat lomba cabang tilawah saja, akan tetapi juga menjadi lokasi pembukaan dan penutupan oleh Gubernur Sugianto Sabran.
Sisa kesiapan 10% tersebut merupakan lokasi panggung utama yang dikerjakan langsung oleh tim dari provinsi, karena harus menyesuaikan dengan kehendak dari Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.
“Kita tinggal menunggu panggung utama. Panggung utama itu langsung dikerjakan oleh teman -teman provinsi. Makanya kita tidak mau ambil risiko. Karena ini MTQ tingkat provinsi, seleranya Pak Gubernur yang harus kita hormati,” ujar Pj Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Budi Santosa.
Pj Bupati mengatakan itu kepada awak media usai menjadi inspektur dalam upacara pelepasan kafilah tuan rumah yaitu dari Kabupaten Kotawaringin Barat sendiri di halaman kantor bupati, pagi tadi.
“Ini bukan pelepasan (kafilah) karena kita tuan rumah. Lombanya di sini aja,” kelakarnya ditanggapi dengan tawa yang hadir.
Untuk memberikan kemudahan dan kelancaran mobilisasi dalam pelaksanaan MTQ ini maka selaku tuan rumah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar sendiri menyediakan sebanyak 54 mobil 13 kabupaten 1 kota se-Kalteng yang mengutus kafilahnya selama berada di Pangkalan Bun (ibukota Kobar).
Adapun kendaraan untuk mobilisasi ini terdiri dari 26 innova reborn, 14 Avanza, 14 Pickup, dan 28 sepeda motor.(TS/BS)
- Jl. Rajawali 3 Nomor 28 RT. 1 - Kota Palangkaraya.
- Jl. Cilik Riwut 1 Nomor 29 RT. 11 Pangkalan Bun.




