JAKARTA – Ketua Umum PB Percasi 2026-2030 Agustiar Sabran berencana memperluas pembinaan catur melalui jalur pendidikan formal, khususnya di sekolah.
“Olahraga catur ini banyak sekali manfaatnya, tentu sangat cocok jika diterapkan kepada para pelajar, untuk itu saya berencana untuk memasukan olahraga catur ke dalam ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Bukan kurikulum lo ya, tapi ekstrakurikuler,“ tegas Agustiar yang juga Gubernur Kalimantan Tengah ini, sesaat setelah terpilih sebagai Ketum PB Percasi.

Agustiar menjelaskan bahwa catur bukan sekadar olahraga, melainkan sarana pembelajaran hidup yang sarat akan nilai-nilai.
Misalnya, ia menyebut, filosofi “Gens Una Sumus” atau “kita semua satu keluarga” mencerminkan makna mendalam setiap langkah dalam catur memiliki konsekuensi, menuntut kesabaran, strategi jangka panjang, serta kemampuan beradaptasi.
Selain itu, Gubernur Kalimantan Tengah itu menekankan pentingnya analisis sebelum mengambil keputusan dalam permainan, termasuk membaca lawan dan memanfaatkan momentum secara tepat dalam setiap langkah.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menekankan bahwa tiga kriteria penting bagi sosok ketua umum federasi olahraga.
“Saya berharap ketua umum itu saya penilaiannya memang harus figur yang senang olahraga itu. Bukan karena melihat olahraga itu sebagai loncatan daripada sebuah kepentingan atau jabatan. Tapi karena senang mengurus olahraganya,” jelasnya.
Menteri Erick juga menambahkan bahwa faktor penentu kesuksesan dalam memimpin organisasi olahraga juga tentang menyempatkan waktu untuk mengurus dan juga masalah sumber dananya.
“Yang kedua, punya waktu untuk mengurus olahraga tersebut. Yang ketiga, tentu bagaimana juga pendanaan itu penting karena yang namanya pendanaan olahraga tidak mungkin berdasarkan hanya pemerintah, tapi bagaimana investasi dari private sector harus terjadi dan termasuk masyarakat,” ujar Erick.
Erick juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam olahraga pengembangan dan memajukan olahraga catur, terutama untuk menjangkau generasi muda.
“Nah, kalau ini siapa tahu game catur bisa menjadi sebuah platform yang juga mendidik karena di dalam catur itu kita diajarkan strategi, disiplin, kesabaran yang di mana-mana anak muda Indonesia sekarang perlu menginjakkan juga bumi lagi supaya jangan semuanya mau serba cepat tetapi itu tidak menjadi solusi jangka panjang. Jadi saya dukung digitalisasi untuk catur ini dan saya rasa kami juga mendorong karena era daripada modernisasi olahraga harus terjadi,” jelasnya.



