Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah menggandeng Goethe-Institute untuk menyelenggarakan seleksi Olimpiade Bahasa Jerman tingkat regional. Seleksi ini bertujuan menjaring dua siswa terbaik untuk mewakili Kalteng di Olimpiade Bahasa Jerman Nasional yang akan digelar di Jakarta.
Ketua panitia, Apip Purnomo, menyatakan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi seleksi kompetisi nasional, tetapi juga sarana untuk mengukur perkembangan pembelajaran bahasa Jerman di sekolah-sekolah Kalimantan Tengah. “Siswa telah menjalani pelatihan intensif. Kami berharap mereka memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan potensi terbaik mereka,” jelas Apip.
Sebanyak 70 siswa dari delapan sekolah menengah atas yang mengajarkan bahasa Jerman berpartisipasi dalam acara ini. Kompetisi berlangsung selama tiga hari, dimulai dengan technical meeting daring yang memaparkan tata tertib dan teknis pelaksanaan.
Plt. Kadisdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Plt. Sekdisdik Safrudin, menegaskan pentingnya penguasaan bahasa asing di era modern. Ia menyebut bahasa asing sebagai kunci untuk menghadapi tantangan global, terutama dalam menguasai kompetensi abad ke-21 seperti komunikasi dan berpikir kritis.
Belajar bahasa Jerman, menurutnya, bukan hanya soal keterampilan linguistik tetapi juga cara mengenal budaya yang berbeda. “Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam aspek berke-bhinekaan global,” tambah Reza.
Ia berharap kemampuan bahasa Jerman yang dimiliki siswa dapat membuka peluang pendidikan dan karier internasional, terutama di Jerman. “Semangat dan kerja keras adalah kunci keberhasilan. Gunakan kesempatan ini untuk meraih masa depan gemilang,” tutupnya.




